POPULAR POSTS

ASSALAMUALAIKUM SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SOBAT TAMAN PUISI™. TULISAN INI MURNI HASIL KARYA SAYA. SEMOGA DENGAN MEMBACA TULISAN INI DAPAT MENGINSPIRASI SOBAT. WASSALAM~
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN INSPIRASI TERBAIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN INSPIRASI TERBAIK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

SAMPAI KAU TIADA


Ingatlah hari dimana kau tertatih
Tak berpijak disaat perih
Tak bersandar dikala sedih
Sayup tawa sumbang mengalun lirih



Ingatlah hari dimana kau terjatuh
Ringkih ayunkan langkah yang rapuh
Hanya sepi yang tak menjauh
Hanya Tuhan yang acuh . .



Ingatlah hari dimana kau tertawa
Para jumawa menatapmu penuh cinta
Mencibirmu dengan dusta
Sampai kau tiada . .




 A N D H I E S

Kamis, 08 Oktober 2015

SALJU DI MUSIM SEMI


Untukmu yang terlukis dibalik awan
Telah kuterbangkan pesan berbentuk angan
Semoga kau hadir bersama rinai hujan 
Wahai sang pelipur, tiuplah lara ini dari ruang impian


Untukmu yang terpapar warna pelangi
Lelahku tak menyurutkan 'tuk tetap berdiri
Menelusuri hamparan salju dimusim semi
Wahai sang pelipur, tiuplah lara ini dari relung hati


Untukmu yang terlahir oleh rahim rindu
Apa kabarnya embun pagiku nan sendu?
 Disini, nuansa tak sehangat saat memelukmu
Wahai sang pelipur, tiuplah lara ini dari sisa waktuku




A N D H I E S



 

Rabu, 18 Februari 2015

P E R G I L A H


Pergilah.. pergi kemanapun hatimu berpijar
Kepakkan egomu lebih lebar
Terbangkan ambisimu dengan sabar
Semoga dapati apa yang kau kejar


Jangan coba menoleh kebelakang..
Saat cahaya merah di ufuk petang
Sampai mentari datang menjelang
Karena ku kan segera menghilang


Pergilah.. pergi sekuat kakimu melangkah
Bawa saja cerita yang kita kemas dalam kisah
Dan segala torehan keluh kesah
Semoga kau lebih menghargai, apa itu sejarah.



A N D H I E S

Kamis, 12 Februari 2015

K E K A S I H



Coba pandangi langit saat malam temeram
Cahaya purnama 'kan hapus nuansa hitam
Diantara kerlip gemintang seakan tak mau diam
Kekasih.. apa yang membuatmu muram?


Coba dengar rintik hujan dikala sendiri
Rinainya 'kan mengalun memecah sunyi
Gemericiknya 'kan menari mengusir sepi
Kekasih.. mengapa sedihmu tak jua bertepi?


Coba rasakan hamparan pagi yang membentang
Warna warni bunga begitu sejukkan pandang
Kicau burung bersahutan, seolah bernyanyi riang
Kekasih.. tidakkah kau merasa sedikit lebih tenang?


Coba latunkan nada-nada penawar gelisah
Dan jangan pernah berhenti meski kau lelah
Akan kurekat kembali hatimu yang patah
Kekasih.. masihkah kau menanti resah?


A N D H I E S 

Rabu, 04 Februari 2015

NEGERIKU KINI


Kemarin negeriku berpesta
Memilah sosok peramu di istana
Dengan slogan nan sederhana
"Lima menit 'tuk lima tahun" merana



Para undangan disuguhi menu negeri hebat
Dengan tekstur sederhana dan merakyat
Hidanganpun tampak semakin lezat
Saat paradigma tak lagi mendapat tempat



Ruangan pesta mulai terasa kotor
Disampahi oleh tingkah para kompetitor
Sulut sana sulut sini asal tersohor
Tak peduli moral negeri kian bocor



Pestapun akhirnya usai . .
Menyisakan wajah lugu menyeringai
Namun negeriku harus tetap terkendali
Kalau bukan sekarang, kapan lagi . . .



A N D H I E S

Sabtu, 26 April 2014

S E M U S I M


Saat itu ada getaran . .
Dari binar matanya ku terkesan
Begitu teduh dan menenangkan
Seperti mimpi dalam impian


Saat itu terasa kaku . .
Ada bagian yang merongrong dijiwaku
Aku berontak, membantah ketika bisu
Dan biarkan waktu berlalu


Saat ini ku kecewa . .
Menelaah antara sesal dan jumawa
Aku memang tak terluka
Namun hati berkalang tanya . .




A N D H I E S

Sabtu, 09 Februari 2013

K I T A


Kita . . . kini berdiri dijurang berbeda
Jika rindu, kita teriak saling menyapa
Menatap jauh tak tergambar rupa
Miris, namun senyum melepas tawa


Kita . . . sehati diterjal bibirnya yang menganga
Tak terlihat saat menyeka air mata
Tak terdengar saat merintih menahan luka
Ironis, merajut asa di titian derita


Dan kita . . . harusnya masih tetap bersama
Menyemai benih impian di taman bahagia
Mungkin selamanya, hanya asa yang kita punya
Sebagai penopang saat kita mulai letih dan menua . . .




A N D H I E S

Minggu, 25 November 2012

CINTA INI HATI


Jari jemarimu anggun melambai
Bagai pertanda runtuhnya hatiku dimulai
Ternyata kita tidak sendiri terbuai
Ada air mata yang turut terurai

 
Rinai hujan seolah iringi keluh kesahku
Mengenangmu bagai menatap langit biru
Kemana kan kusematkan rindu
Sungguh...lara ini telah membunuhku

 
Aku lelah merangkai asa terlalu lama
Matilah cinta...matilah rasa...
Matilah..mati tepat dipelupuk hatinya
Agar ia tahu aku mencintainya . . .





A N D H I E S

Rabu, 21 November 2012

1206


Lamunan ini terasa indah
Ketika terselip sketsa seraut wajah
Dengan figura berwarna merah 
Dari catatan hati yang hampir punah


Apa kabarnya mimpiku yang tak terjamah
Mengenang jarak terpagut resah
Kita hampir mengubah ilusi menjadi sejarah
Jika sayapku tak terluka dan patah


Kini...nuansa telah jauh berubah
Hanya tinggal jejak yang berlainan arah
Berandai mampu menelusuri kemana ia melangkah
Sesaat terjaga...mungkin aku salah . . .




A N D H I E S
(Per qualcuno che mai esistito nel fegato)

Kamis, 13 September 2012

M E M B E N C I


Kejamnya mekanisme membenci
Dari zaman ke zaman bagai literatur pemicu
Kekerasan..pembantaian dan penistaan berbau ideologi
Menyengat tatanan khilafah yang mulai rancu


Mereka layak mengenakan lencana oportunisme
Atas indikasi pengejawantahan kebencian
Yang bodoh dan membodohi objek pluralisme
Diatas bumi yang terinjak kian berkesinambungan 


Segelintir penggiat masih berteriak "HAM"
Dengan topeng berbeda namun masih berwajah kebencian
Disisi lain cerita para syuhada terus dikecam 
Isy kariman aw mut Syahidan . . .




A N D H I E S

Rabu, 13 Juni 2012

S A D I S


Mereka bagai metamorfosa satanis
Berjubah pancasila berhati komunis
Membantai sesama berdalih nasionalis
Menebar sejarah fiktif nan eksotis


Kenyataan bangsa yang sadis
Dari korupsi hingga teroris
Seolah lahan empuk yang tak pernah habis
Menciptakan kepalsuan dan rekayasa bengis


Inikah wajah negeri yang demokrasi
Tegakkan keadilan dengan pilar arogansi
Kesejahteraan hanyalah empunya politisi
Dan kemakmuran adalah bingkai kosong tuk berfantasi


Sampai kapan kita mampu beradaptasi
Duduk manis menanti realisasi
Mencari ranting tuk menggantungkan ambisi
Kita bicara...bagai senapan tak beramunisi . . .




A N D H I E S

Selasa, 24 April 2012

SETELAH AKU


Tangisan pertamanya bagai kesempatan kedua
Seolah ku hidup 'tuk kedua kalinya
Haru . . bahagia . . dan air mata
Lengkapi kisahku bersamanya


Langkah kecilnya selalu ku nanti
Mendekapku dengan celoteh nan manja
Saat menangis . . saat tertawa . .
Rautnya tentramkanku hari demi hari


Tak terasa . . kini ia perlahan beranjak 
Beriring temani usiaku di rentangan waktu
Bersama, kita ciptakan kenangan-kenangan baru
Yang kan kau ceritakan pada mereka kelak
Setelah aku . . .


( Selamat Ulang Tahun Arrasya, 29 April )



A N D H I E S

Rabu, 28 Maret 2012

CINTA..CINTA DAN CINTA


Alunannya terasa membuai angan
Begitu indah denting demi denting yang ia lantunkan
Semakin larut membentuk lingkaran ketakjuban
Meretaskan rasa yang kian lama membeku dalam impian


Terkadang sentuhannya begitu menyayat
Saat harapan berbuah kepedihan nan pekat
Kebencian telah merubah ketulusan menjadi air mata
Kemana ia, ketika ada hati yang terluka


Cinta..cinta dan cinta ...
Ia seperti pisau bermata dua
Yang siap mengujam dan dihujam kapan saja
Jika kendalinya terlepas dari genggaman cinta . . .




A N D H I E S

Senin, 13 Februari 2012

HARGA DIRI TUK MENGHARGAI DIRI


Mawar itu belum sempurna
Kelopaknya yang merah masih terkuncup malu
Kupandangi ia sembari berdoa
Semoga kelak ia mengembang dengan indah


Aku tak selalu memperhatikannya
Merawat tangkainya yang gontai
Menyiraminya dengan kasih sayang
Dan menjaganya dari kumbang liar yang menghampiri


Hingga pada saat ku tak terjaga 
Taman itu terasa sunyi tak bergeming
Semakin hening rasanya, ketika ku dapati
Ia telah layu sebelum berkembang


(Hargai dirimu, Jangan hancurkan harapan mereka)



A N D H I E S

Kamis, 05 Januari 2012

SUARA HATI UNTUK DIA


Aku ingin berteriak saat ini
Membuang segala beban yang bertumpu di otakku
Keras..sekeras-kerasnya hingga kau tuli
Hingga kau mati di hatiku


Aku ingin lari saat ini
Meninggalkan figura-figura yang terpajang tentangmu
Jauh..sejauh mungkin agar tiada cinta dan benci
Yang menyelingi alur hidupku


Aku ingin melupakanmu saat ini dan nanti
Tak kan ada angan yang membayangi
Seperti kertas putih yang tercoret tanpa disengaja
Dan memisahkannya dari lembaran kosong lainnya




A N D H I E S

Jumat, 18 November 2011

MATI SESAT


Jiwanya bagai sebongkah batu retak
Hatinya seperti kemarau di musim semi
Tatap matanya liar, namun sinarnya mati
Tutur katanya bagai pelantun berjubah munafik


Ia senantiasa mengitari seisi bumi
Menyuguhkanmu dunia yang penuh fantasi
Menjejali mu dengan berbagai ambisi duniawi
Sampai kau buta dan sampai kau lupa adanya Dzat yang hakiki


Pernahkah kau tertegun sesaat
Menelaah apa yang telah kau perbuat
Ia tak akan berhenti menjauhkan mu dari taubat
Sebelum kau mati berpeluk sesat . . .




A N D H I E S

Senin, 26 September 2011

26 SEPTEMBER


Aku seperti terlahir dari sebongkah batu
Tak satu pun dari mereka mengenaliku
Miris..diri hanya bisa diam terpaku
Memandang wajah-wajah yang mencintaiku


Mungkin dunia mereka begitu berkilauan
Rentan terbuai tak menyisakan kesan
Saling berpacu menyemai ego dan kebencian
Hingga laraku memuai tak berkesudahan


Hari ini tepat 26 September
Entah harus bahagia atau terluka
Aku akan tetap memberinya sinar
Untuk harapanku dan ambisi mereka . . .




A N D H I E S

Sabtu, 09 Juli 2011

AKU TAU, AKU RASA


Coba kalian tela'ah coretan ini
Karena otakku serasa kaku tuk berfantasi
Jemariku seperti kehilangan reaksi
Aku muak, aku jenuh dan aku bosan berimaji


Tak perlu menyemangatiku wahai bintang
Sedang cahayamu tak begitu terang
Katakan saja pada mereka dengan lantang
Aku muak, aku jenuh dan aku bosan terkekang


Jangan tawari aku keindahanmu wahai pelangi
Sebab warnamu kan memudar terbias oleh mentari
Suguhkan saja pada mereka sambil bernyanyi
Aku muak, aku jenuh dan aku bosan terbebani. . .




A N D H I E S


Minggu, 26 Juni 2011

TOPENG AKHIR ZAMAN


Kita tengah terperosok ditepian zaman
Terdampar dibentangan kanvas penuh coretan
Corak kehidupan melengkapinya sebagai lukisan
Tatkala dunia menjadi akhir dari tujuan



Kita adalah pemungut sisa kehidupan
Hingga mengenakannya pada garis keturunan
Tanpa pola pemahaman yang cukup menyesatkan
Mendorongnya sampai dibaris terdepan



Kita masih manusia ciptaan
Dengan lingkaran yang mesti dipertahankan
Dan untuk segala khilaf yang terlupakan
Sungguh . . . kita adalah mahluk merugikan . . .





A N D H I E S

Rabu, 01 Juni 2011

KASIH TAK SAMPAI


Wajah itu masih terbias disana
Diantara hamparan langit yang membentang indah
Ku ilhami satu persatu bentuknya
Mungkin ada dia yang menungguku resah


Aku takkan jenuh tuk terus menatapnya
Meski sorot mataku tak lagi bercahaya
Biarlah kan terus terbuka
Agar tak hilang saat berkedip mata


Aku mulai sedih jika pagi tiba
Hanya diam dan berlalu begitu saja
Menambah dalam ditiap sayatannya
Mungkinkah malam itu akan tiba?


Benar, ...hamparan langit telah berubah warna
Namun takkan bisa mengganti nuansanya
Dan senyum itu masih tetap merona
Walau terluka . . . walau tak nyata . . .




A N D H I E S

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
TAMAN PUISI™ | Template by O-Zone @Copyright 2010